USULAN TERHEBAT DI PBB : UBAHLAH KITAB SUCI AGAMA!

Sebuah usul diajukan kepada Perserikatan Bangsa Bangsa, isinya mewajibkan agar semua Kitab Suci dari semua agama di seluruh dunia ditinjau kembali. Semua ayat yang mengarah kepada intoleransi, kekejaman atau fanatisme, harus dihapus. Segala sesuatu yang mengurangi martabat, keadilan dan kesejahteraan manusia, harus dihilangkan. Semua ayat yang bias, rancu, dan membingungkan sehingga hanya membuat pertikaian antar pembacanya, harus diperjelas. Dan mengingat Kitab Suci ditulis ribuan tahun yang lalu, maka hal-hal baru yang belum tercakup harus ditambahkan.

Ketika diketahui bahwa usul itu diajukan oleh para wakil dari negara Impian yang meliputi : Muhammad, Yesus, dan Budha, maka para wartawan/paparazi bergegas menyerbu hotel tempat mereka menginap untuk minta penjelasan lebih lanjut. Penjelasan mereka sederhana saja : ‘’Kitab Suci, seperti hari Jum’at atau Sabat, adalah untuk manusia. Bukan manusia untuk Kitab Suci. Juga ibarat pakaian, apabila karena usia dan jaman, pakaian menjadi sempit, maka janganlah badan manusia yang dikecilkan, melainkan pakaiannya yang harus disesuaikan! Selain itu, janganlah berhenti mempelajari Tuhan beserta kebenaranNya hanya sebatas pada agama atau kitab suci saja, sebab kitab suci ditulis ribuan tahun yang lalu oleh para nabi yang sangat terbatas sekali umur dan dimensinya, sedangkan umur dan dimensi Tuhan maha tak terbatas. Jika ilmu Fisika saja tidak dapat dibatasi oleh fisikawan hebat seperti Newton, Planck, Einstein, dan para pemenang noble; apalagi Tuhan, adalah tidak mungkin bila Tuhan hanya dibatasi oleh nabi-nabi besar seperti Budha, Yesus, dan Muhammad. Jika semua ilmu yang ditemukan dan diungkapkan oleh semua ahli fisika seperti Newton, Planck, dan Einstein dijumlahkan, jumlahnya pasti tetap jauh lebih kecil dari Fisika itu sendiri; apalagi Tuhan, jika semua ayat serta kebenaran yang ditemukan dan diungkapkan oleh semua nabi besar seperti Budha, Yesus, dan Muhammad, dan yang dituliskan dalam kitab suci yang tipis, dijumlahkan, jumlahnya pasti tetap jauh lebih kecil dari Tuhan itu sendiri. Jadi, mempelajari Fisika tak pernah selesai, apalagi mempelajari Tuhan! Oleh sebab itu, sekali-kali jangan sampai sebuah buku atau seorang nabi membatasi Sang Penciptanya sendiri, yaitu Tuhan. Kitab suci dan nabi diturunkan bukan untuk membelenggu Tuhan, memecah belah manusia, apalagi memasung kebebasan berpikir manusia! Akhir kata, janganlah kamu mabok  agama, kalau negaramu tidak ingin terjebak dalam krisis kebudayaan yang berkepanjangan, Eropa pernah mengalami kegelapan ketika mabok agama diabad yang lalu, jadi janganlah bangsa lain mengulangi mabok agama lagi!”

Mendengar jawaban itu, para kuli tinta ini lalu pulang dengan suka cita yang mendalam sekali, dan menyebarkan penjelasan diatas melalui internet untuk berbagi suka cita dengan sesamanya diseluruh penjuru dunia, termasuk anda, para pembaca.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s


%d bloggers like this: