Mengapa Hobi Mempolitisasi Agama?

Filsuf besar John Satre mengatakan alasan Mengapa Mempolitisasi Agama:
1.    Supaya rakyat dari negara yang mengalami banyak pengangguran, miskin, dan banyak kriminal dapat dialihkan perhatiannya. Agama dipakai untuk membawa kedamaian dan kententraman hidup bagi rakyat yang menganggur dan miskin. Bahkan melalui agama, rakyat dapat dinina bobokan dengan paham: penderitaan adalah jalan kesurga, yang penting hidup setelah mati, bukan hidup didunia. Bila sekarang hidup menganggur dan miskin tidak apa-apa, tak perlu berontak kepada pemerintah, karena penderitaan hidup adalah ujian ke sorga, yang dapat menahan penderitaan pasti nanti masuk surga!
2.    Mencegah paham sosialisme, karena sosialisme (dan komunisme) mementingkan pemerataan pendapatan dan kekayaan, dan hidup sekarang, bukan hidup setelah mati. Pemerintah yang berkuasa namun menyebabkan pengangguran dan kemiskinan akan takut sekali pada paham sosialisme. Maka masyarakatnya harus dibuat mabok agama melalui siaran tv dan radio yang dipenuhi acara keagamaan.
3.    Memenangkan pemilu. Bila masyarakat suatu bangsa masih agamis, maka politisasi agama dengan cara menggunakan ayat-ayat kitab suci dan merekrut pemuka agama menjadi politisi akan sangat menguntungkan dalam perolehan suara.
4.    Sin laundry. Agama dapat menjadi obat analgestik, menghilangkan rasa sakit tapi tidak dapat menghilangkan penyebab sakit, dalam pengertian: agama dapat menghilangkan perasaan berdosa bagi para pelaku KKN dan pelanggar HAM (terutama para pejabat tinggi), namun tidak dapat menghilangkan penyebabnya. Siang korupsi 100 juta, malam berdoa tahajut memohon ampun, pagi hari sudah merasa sembuh, siang hari kambuh lagi penyakit KKNnya. Melalui agama, Tuhan dieksploitasi Maha Kasih SayangNya, Maha AdilNya dilupakan. Maka tidak heran bila negara yang sangat agamistis seperti Indonesia dan Pilipina selalu berada ditangga teratas dalam KKN.
5.    Oleh negara maju, agama juga dipakai untuk mengerem kemajuan kebudayaan bangsa, apalagi kalau bangsa itu plural, dengan cara membuat mayarakatnya mabok agama melalui siaran TV dan Radio (yang dibombardir dengan acara agama). Bila masyarakatnya mabok agama, apalagi dapat diadu domba, maka negara modern yang cerdik dapat mencuri kekayaan alam negri itu dengan bebas.
6.    Agama dapat dipakai untuk menjajah budaya suatu bangsa apabila masyarakatnya mabok agama, tidak bijak, serta cerdas. Cara berbahasa, bertutur, berpakaian, bersopan-santun dari negara asal agama itu mau dijiplak persis oleh pemeluk agama disuatu negara. Penjajahan budaya pada akhirnya akan punya efek sampingan yaitu penjajahan ekonomi.

Demikian pendapat filsuf besar tadi, tentu saja agama juga akan punya peran positip ditangan manusia yang baik dan bijaksana, seperti anda para pembaca.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: